Posted by: rayhan290789 on: Mei 4, 2009
BAB II
DAHSYATNYA CINTA
Prolog
Cinta mempunyai kekuatan besar yang dapat mengubah seseorang yang malas menjadi seseorang yang rajin. Seseorang yang tidak mempunyai semangat menjadi seseorang yang penuh dengan semangat. Seseorang yang pemalu menjadi seseorang yang pemberani. Namun, dalam kehidupan sehari-hari, ketika ada suatu hal yang terkait dengan cinta, kebanyakan orang akan langsung menghakimi bahwa hal tersebut adalah hal yang kurang menarik untuk didengar, dibaca, atau bahkan dipelajari. Mereka berpikir bahwa cinta adalah hal yang biasa atau berpikir bahwa cinta hanyalah tertutup pada lawan jenis atau bahkan berpikir bahwa mereka telah mengetahui segalanya tentang cinta. Padahal cinta mempunyai sebuah kekuatan yang dapat mengubah sesuatu yang buruk menjadi sesuatu yang baik, tidak hanya tertutup kepada lawan jenis saja, melainkan semua hal yang ada di dunia ini. Oleh karena itu, pada kesempatan kali ini. saya akan mencoba untuk memberi gambaran betapa dahsyatnya cinta.
Cinta merupakan sebuah perasaan yang didalamnya terdapat sebuah kekuatan untuk memberikan yang terbaik. Setiap orang yang mempunyai perasaan cinta tentu memiliki kekuatan tersebut. Kekuatan ini akan terus ada selama perasaan cinta masih terus mengalir. Hal ini merupakan sebuah kelebihan bagi orang yang mempunyai perasaan cinta tersebut yang belum tentu dimiliki oleh orang lain. Oleh karena itu, banyak karya yang tercipta karena cinta. Contohnya adalah lagu “ We Will Not Go Down “ yang dinyanyikan oleh Michael Heart tercipta karena rasa kecintaan yang mendalam kepada korban-korban perang di Gaza.
Terkait dengan hubungan terhadap lawan jenis, cinta mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap orang yang memilikinya. Pengaruh tersebut berupa perubahan sifat, karakter, atau kebiasaan orang tersebut. Contohnya, seseorang yang tadinya mempunyai kebiasaan buruk akan berusaha untuk mengubah kebiasaan buruknya karena orang yang dicintainya. Contoh yang lain, seseorang yang tadinya penakut akan menjadi seseorang yang pemberani demi melindungi orang yang dicintainya. Bahkan, seseorang yang tadinya pendiam akan angkat bicara demi membela orang yang dicintainya. Contoh yang lain lagi, pernahkah Anda membuat sebuah puisi untuk orang yang dicintai? Padahal Anda tadinya tidak mengerti apa-apa tentang puisi, tetapi karena dahsyatnya cinta, Anda dapat membuat kata-kata yang indah yang menggambarkan perasaan Anda. Semua itu terjadi karena adanya kekuatan yang tersembunyi di dalam tiap diri manusia, yaitu kekuatan cinta, kekuatan yang hanya dimiliki oleh orang-orang yang telah mengetahui betapa dahsyatnya cinta. Kekuatan di mana seseorang dapat melakukan apa yang tadinya tidak bisa mereka lakukan. Kekuatan terdahsyat yang dapat dimiliki oleh manusia. Sungguh hanya orang-orang yang tidak mau mempelajari tentang cinta, orang-orang yang tidak memiliki kekuatan tersebut.
Contoh yang lain betapa dahsyatnya cinta adalah cinta seorang Ibu kepada anaknya. Seorang Ibu sangat mencintai anaknya dan selalu ingin melakukan yang terbaik terhadap anaknya. Tahu lagunya “ Kasih Ibu “ ? Yang liriknya :
Kasih Ibu.. kepada Beta..
Tak terhingga sepanjang masa..
Hanya memberi.. Tak harap kembali..
Bagai Sang Surya menerangi dunia..
Lagu ini adalah lagu yang sederhana, tetapi terdapat makna yang dalam bagi orang yang ingin mengambil nilai yang terkandung didalamnya. Lagu ini menggambarkan bahwa cinta seorang Ibu kepada anaknya tak terbatas ketika anak itu berada dalam kandungan ataupun telah lahir ataupun telah dewasa. Cintanya terus mengalir sepanjang masa dan tiada henti-hentinya. Cinta ini selalu ingin memberikan yang terbaik kepada anaknya dan tanpa mengharapkan imbalan dari anaknya kelak. Subhanallah. Inilah betapa dahsyatnya cinta seorang Ibu kepada anaknya. Orang bijak mengatakan, “ cinta yang tidak pernah luntur adalah cinta seorang Ibu kepada anaknya. “ Memang benar adanya dan memang itulah kenyataannya. Ibu telah mengandung kita selama kurang lebih 9 bulan. Sembilan bulan bukanlah waktu yang pendek melainkan waktu yang lama. Selama 9 bulan tersebut, seorang Ibu berusaha agar anak yang dikandungnya memperoleh nutrisi sehingga ketika nanti anak tersebut lahir, anak tersebut sehat. Subhanallah. Setelah anak tersebut lahir, selama kurang lebih 2 tahun, seorang Ibu menyusui anaknya yang belum dapat makan makanan biasa agar anak tersebut dapat memperoleh nutrisi dari air susu Ibu. Subhanallah. Setelah itupun, seorang Ibu terus-menerus mengurus dan mendidik anaknya dari pagi hingga malam tanpa mengenal rasa lelah hingga anak tersebut dewasa. Subhanallah. Betapa besar pengorbanan Ibu kepada kita! Karena cintanya yang begitu besar, Ibu rela melakukan itu semua! Inilah dahsyatnya cinta. Oleh karena itu, tidak sepantasnya kita menyakiti hati Ibu dalam bentuk apapun. Kita harus selalu menjaga perasaannya dan melakukan yang terbaik untuknya karena sampai kapanpun kita takkan dapat membayar itu semua. Selalu berbuat baiklah kepada Ibu. Selalu berbuat baiklah kepadanya.
- ( Bersambung ) -
Posted by: rayhan290789 on: April 27, 2009
BAB I
DEFINISI CINTA
Prolog
Dalam kehidupan sehari-hari, kata ‘cinta’ sering digunakan untuk menyatakan rasa suka kepada lawan jenis. Kata-kata seperti ‘aku cinta kamu’, ‘I love you’, ‘ai shiteru’ digunakan untuk menyatakan perasaan suka kepada lawan jenis. Sayangnya, banyak orang yang menggunakan ‘kata sakti’ ini, tapi tidak mengetahui arti sebenarnya. Hal inilah yang membuat orang-orang menggunakan kata ini seenaknya padahal kata ini merupakan tingkatan tertinggi dalam menyukai atau menyenangi sesuatu. Oleh karena itu, saya akan mencoba untuk mendefinisikannya baik secara objektif maupun subjektif.
Setiap orang mempunyai arti tersendiri tentang cinta. Ada orang yang mengatakan : ‘cinta itu buta’. Ada juga yang mengatakan : ‘cinta itu Cerita Indah Namun Tiada Akhir’. Dalam ungakapan yang lain : ‘cinta itu penyakit penuh derita yang menolak segala obat’. Dan masih banyak ungkapan orang-orang tentang cinta. Definisi tiap orang tentu berbeda-beda karena setiap orang mengalami pengalaman cinta yang berbeda-beda pula. Bagi orang yang pernah disakiti oleh kekasihnya akan mendefinisikan cinta secara negatif. Bagi orang yang masih merasakan indahnya cinta akan mendefinisikannya dengan positif.
Cinta tidaklah tertutup kepada lawan jenis saja karena definisi cinta secara objektif adalah sebuah perasaan menyukai atau menyenangi ‘sesuatu’ tanpa mengharapkan imbalan apapun darinya dan berusaha untuk melakukan yang terbaik kepadanya. Maksud ‘sesuatu’ di sini dapat berupa benda mati atau benda hidup. Oleh karena itu, cinta tidak tertutup kepada lawan jenis saja. Kita dapat mengatakan : ‘Aku cinta kepada sahabatku’ atau ‘aku cinta kepada saudaraku’. Tetapi di zaman sekarang, pengertian cinta telah mengalami penyusutan yang hanya ditujukan kepada lawan jenis saja sehingga apabila digunakan selain kepada lawan jenis akan terasa janggal. Hal ini disebabkan budaya-budaya Barat yang telah meracuni pemikiran para remaja.
Sebelumnya telah dikatakan bahwa cinta memiliki arti yang positif dan arti yang negatif, tergantung pengalaman cinta orang yang mengartikannya. Hal ini mengamsusikan bahwa cinta memiliki 2 kutub, yaitu kutub positif dan kutub negatif. Tentu hal ini merupakan hal yang tidak benar. Mengapa? Karena sumber cinta itu sendiri berasal dari Allah SWT. Allah telah memberikan perasaan cinta itu kepada manusia agar manusia dapat saling mencintai. Tidak hanya itu. Allah memberikan rasa cinta itu agar manusia dapat berkembang biak. Jika tidak ada rasa cinta itu, manusia tidak akan dapat meneruskan keturunannya. Allah mencintai makhluknya sehingga Allah memberikan rasa cinta itu kepada manusia sehingga manusia dapat mencintai Allah dengan sebenar-benarnya cinta. Cinta sudah menjadi naluri manusia. Sungguh orang yang tidak mempunyai rasa cinta adalah orang yang kejam, bengis, dan jahat.
Lalu mengapa ada definisi negatif tentang cinta?
Definisi negatif tentang cinta muncul karena orang tersebut pernah mengalami pengalaman yang pahit tentang cinta sehingga pada akhirnya mereka menyalahkan cinta. Namun, tidak seharusnya cinta disalahkan. Yang seharusnya disalahkan adalah diri mereka sendiri. Mengapa? Karena mereka menggunakan hawa nafsu mereka sehingga mereka tidak dapat membedakan lagi yang mana cinta yang mana hawa nafsu. Mencintai itu seharusnya menggunakan akal bukan hawa nafsu karena Allah telah memberi kita akal pikiran untuk membedakan mana yang benar mana yang salah. Apabila seseorang mencintai dengan hawa nafsu, menjadi butalah hatinya. Oleh karena itu, ungkapan ‘cinta itu buta’ salah karena bukan cintanya yang buta melainkan hatinya. Jadi, definisi negatif tentang cinta itu tak ada, yang ada hanyalah hawa nafsu yang dilampiaskan untuk mencari pembenaran.
Posted by: rayhan290789 on: April 27, 2009
Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!
Comments